Pergantian Musim di Indonesia??

1 Apr

Pergantian musim di Indonesia menimbulkan adanya bermacam-macam akibat yang terjadi. Contohnya, timbulnya kejadian aneh yaitu wabah ulat bulu yang menyerang beberapa desa di Probolinggo, Jawa Timur. Hal ini terjadi diperkirakan karena adanya pergantian musim yang terjadi…

Dari bulan Oktober sampai Maret, wilayah Indonesia bagian utara khatulistiwa mengalami musim hujan dan bagian selatan musim kering, dan sebaliknya dari bulan April sampai September. (Garis khatulistiwa adalah garis khayal yang membagi Bumi sama bagian antara utara dan selatan. Garis khatulistiwa berbeda dengan garis edar Matahari.)
Daerah di sekitar khatulistiwa (23,5 LU – 23,5 LS) disebut daerah tropis, iklimnya disebut iklim tropis yaitu memiliki dua musim dengan kelembapan udara paling cocok untuk banyak jenis makhluk hidup. Wilayah yang jauh dari garis khatulistiwa memiliki musim lebih banyak.
Benua Eropa, Amerika Utara, dan Selatan, dan Australia misalnya memiliki empat musim, yakni panas (summer), gugur (autumn), dingin (winter), dan semi (spring). Ini menimbulkan pertanyaan, apa yang menyebabkan wilayah di Bumi pada waktu yang bersamaan memiliki musim berbeda tergantung lokasinya?
Banyak yang menduga bahwa musim-musim terjadi karena orbit Bumi mengelilingi Matahari yang berbentuk elips: saat posisi terjauh, maka Bumi dingin, dan sebaliknya. Contoh ekstremnya adalah planet Merkurius yang panas dan planet Pluto yang dingin. Atau kita akan merasakan hangat saat dekat dengan api unggun dan dingin saat jauh. Teori ini logis jika hanya menjelaskan hangat dan dingin, tapi tidak menjelaskan kenapa ada dua musim berbeda (misalnya bagian utara khatulistiwa musim dingin dan selatan musim panas) pada saat yang bersamaan?
Sebenarnya, jarak Bumi dan Matahari tidaklah menentukan musim di Bumi, karena perbedaannya jarak terjauh dan terdekat tidak signifikan. Perbandingannya seperti kita berdiri satu meter dari api unggun, kemudian menjauh sekira dua cm, tentu kita tidak bisa membedakan perbedaan panas yang kita rasakan.Ternyata kemiringan poros Bumi-lah yang membuat terjadinya pergantian musim.
Perhatikan juga kutub utara dan selatan Bumi. Walau Bumi sudah berotasi penuh (24 jam), kutub utara tidak akan menerima sinar Matahari sehingga selalu malam, sedangkan kutub selatan menerima sinar Matahari terus sehingga selalu siang.. Kondisi ini akan berlaku sampai enam bulan, saat posisi Bumi di sebelah kanan Matahari. Inilah penjelasan kenapa di kutub pergantian siang dan malam adalah sekali dalam enam bulan.
Ini juga menjelaskan bagaimana pada musim panas siang hari lebih lama daripada malam hari (atau sebaliknya pada musim dingin). Lebih detail lagi, pada tanggal 21 Juni bagian utara mengalami siang hari terpanjang (sebaliknya bagian selatan siang hari terpendek); 21 Maret dan 22 September Matahari tepat berada di garis khatulistiwa sehingga lama siang hari benar-benar sama dengan lama malam hari di semua wilayah Bumi; dan 21 Desember bagian utara mengalami siang hari terpendek (sebaliknya bagian selatan siang hari terpanjang). Keempat hari itu adalah terkait dengan empat musim yang ada di Bumi.
Sungguh menakjubkan akibat kemiringan poros Bumi ini. Tentu saja ini tidak terjadi secara kebetulan, sesungguhnya ini adalah salah satu bentuk kekuasaan Yang Maha Kuasa.

 

About these ads

6 Tanggapan to “Pergantian Musim di Indonesia??”

  1. Hendry Ferdinan 17 Agustus 2011 at 5:50 am #

    di indonesia ada 3 musim, musim panas,musim hujan dan musim duren :-) salam kenal

    • Afifani 28 Juli 2012 at 5:58 am #

      Hahaha :D iya ga ada lahhh…

  2. Afifani 28 Juli 2012 at 5:56 am #

    Ohh ya mengapa Indonesia mempunyai 2 musim?? :p

  3. rasdiana 10 Februari 2013 at 6:45 am #

    MAKASIH YA ATAS INFO NYA .. ;) salam kenal

  4. laksamana moch. rinto hermawan 24 Maret 2013 at 8:57 am #

    dari guru geografi SMA NUSANTARA, Balongpanggang, Gresik, Jawa Timur
    salam kenal, salam belajar, salut untuk blog belajar seperti ini. mari kita diskusikan yang perlu ditinjau kembali….
    Kombinasi antara revolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika menimbulkan beberapa gejala alam yang diamati berulang setiap tahunnya:
    1) Antara tanggal 21 Maret s.d 23 September: Panjang siang dibelahan bumi utara lebih lama daripada dibelahan bumi selatan.
    2) Antara tanggal 23 September s.d 21 Maret: Panjang siang dibelahan bumi selatan lebih lama daripada belahan bumi utara.
    3) Pada tanggal 21 Maret dan 23 Desember:
    – Kutub utara dan kutub selatan berjarak sama ke matahari
    – Belahan bumi utara dan belahan bumi selatan menerima sinar matahari sama banyaknya.
    – Panjang siang dan malam sama diseluruh belahan bumi.
    – Di daerah khatulistiwa matahahari tampak melintas tepat di atas kepala.

  5. bali tour 14 November 2013 at 9:43 am #

    Terima kasih banyak atas informasinya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: